Zezak Zais melangkah Part 1 [Lhokseumawe, Provinsi Aceh]

 

Foto Pesisir pantai Lhokseumawe saat senja
foto dokumen pribadi [Zezak Zais]

“Mimpi itu harus tinggi, tidak apa jika jatuh, jatuhnya dibulan” Perkataan sang pengusaha sukses saat saya tonton di channel youtube.
Benar memang bahwa semua setiap orang harus punya mimpi, punya mimpi berarti memiliki harapan, memiliki arah, memiliki arah berarti kita tahu jalan mana dan bagaimana kita menempuhnya, dan dengan cara apa melewati.

Dalam Zezak Zais part 1 Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya keliling Indonesia sambil melalukan pekerjaan hingga saat ini, dimulai dari pekerjaan saya yang memang mengharuskan memang untuk berpergian ke daerah-daerah atau dengan kata lain perjalanan dinas (PerDin). Jadi apakah perjalanan yang saya lakukan tidak pribadi dana? Ya, nyaris tidak tercipta. Namun harus dibawahi perjalanan ini tidak gratis, karena saya pun harus mengajukan laporan pekerjaan he..he..he
Namun karena hidup harus dinikmati, pekerjaan harus diseriusi. Jadi kita harus menikmati perasaan, bekerja sama jalan-jalan ria.

Jadi, tugas pertama atau perjalanan dinas pertama saya pada bulan Agustus 2018 adalahh ke 3 tempat sekaligus yaitu Aceh tepatnya ke kota Lhokseumawe, Medan, dan Binjai. Rasa deg-degkan sekaligus bahagia dirasakan, akhirnya bisa berpergian ke ujung timur Indonesia. Tak sabar rasanya menjajakan kaki di tanah sumatera.

Dengan dukungan dan doa keluarga, serta orang terdekat, tetap lepas kendali dalam diri. Malam hari sebelum berangkat begitu susah tertidur, maka tugas pertama saya dinas luar kota dan besok akan terbang pukul 5.45 menuju kota Medan sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh.

Singkat cerita tibalah di kita Lhokseumaweuh… kesan pertama… MashaAllah panasnyaaaaa, karena cuaca di Aceh memang panas, terlebih lagi daerah yang saya kunjungi tepat dipinggir laut.

Membahas sedikit tentang Kota yang saya kunjungi saat ini, menurut informasi dari  situs daerah ,  asal kata Lhokseumawe adalah “Lhok” dan “Seumawe”. Lhok artinya dalam, teluk, palung laut dan Seumawe artinya udara yang berputar-putar atau pusat dan mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan sekitarnya. Keterangan lain juga menyebutkan nama Lhokseumawe berasal dari nama Teungku yaitu Teungku Lhokseumawe, yang dimakamkan dikampung Uteun Bayi, merupakan kampung tertua di Kecamatan Banda Sakti.

Disamping pekerjaan yang saya lalui, dan sebagai pendatang saya mulai mencoba2 makanan khas Aceh namun ada dimanapun. Yaitu Mie Aceh wkwkwk rasanya memang lebih enak di tempat digandeng, dan yang paling utama ituu murahhh, selain makanan coba kopi-kopi khas aceh, mantap jugaaa.

Asyiknya bercengkrama dengan warga asli sana yang sangat jarang mengerti bahasa Indonesia, namun tak jarang ditemui suku Jawa di daerah sana. Bermain dengan anak-anak pesisir pantai, bercengkrama dan bercanda, menghilangkan rindu rumah. Aceh memang istimewah, akhirnya sama ke tempat ini. Disamping itu Aceh mempunyai dataran tinggi yang begitu dingin, namun saya belum ada kesempatan untuk lebih lama kesana karena setelah 1 minggu di Aceh saya harus melanjutkan ke Medan dan Binjai Semoga nanti bisa dinas ke daerah Aceh lebih luas lagi. Selanjutnya Zezak Zais di Medan dan Binjai…


Komentar